Dengan bangku plastik itu aku melongok ke kamar tidurku.Seperti Saddam Husein yang kena roket pasukan Sekutu aku hampir jatuh telentang saat menyaksikan apa yang telah kusaksikan. Bokep Indonesia Pejuku muncrat menembak kaca jendelaku. Kalau bertamu kenapa tidak di ruang tamu. Namun bagiku kegiatan itu justru meninggalkan luka dan kenangan pahit mendalam yang tak pernah kuharapkan. Kemungkinan istriku telah tidur atau sibuk nonton TV di ruang belakang. Ada apa Pakde Yatno bertandang ke rumahku malam-malam begini? Mungkin hal ini juga hal yang membuat Indri demikian terobsesi pada Pakde.Dan yang terjadi berikutnya adalah ayunan Pakde dan goyangan istriku yang di bawahnya. Bibirnya menjemput bibir Pakde Yatno untuk berpagut sesaat sebelum lumatannya melata ke leher kemudian dada Pakde.




















