“Mikha! Vidio Sex Yang kiri lalu yang kanan. Aku melambai pada rekan-rekannya. “Mikha! “Mas, setelah ini mau kemana?”
“Pulang. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang. Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”. Enakan sama kamu. Kalau ternyata mereka tewas atau cedera,
Berartikah pengorbanan mereka? Terkadang pun aku bertanya padanya. Aku menjawabnya dengan senang hati. Tanpa sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang. Aku suntuk nih.” Katanya menghembuskan asap putih dari mulutnya.












