Aku melirik jamku. berdenyut-denyut ga karuan. Bokep Sub Indo Hari berangsur gelap.“Pengumuman, bapak ibu. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan. Aku menurut. Soalnya beli tiketnya baru aja tadi.”Aku melihat ibu yang menyapa tadi. Orang-orang sepertinya tidak peduli. Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. sangat terangsang. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Langgananku selama 2 tahun terakhir.“Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?” tanyaku kepada seorang petugas loket. Aku duduk di sampingnya mas ini aja.”Whatever. Pelaaan sekali. Dan rasanya mulai sakit sekarang.




















