Kami bawa serta gelas minuman yang kosong, mengisinya lagi untuk yang terakhir kalinya sebelum bergandengan tangan masuk ke kamar.Lansung saja kami habiskan gelas terakhir kami setelah mengatur suhu shower. Dia kemudian mengatur untuk melakukan posisi enam-sembilan dengan isteriku. Bokeb Erina meronta beberapa saat, tapi Vita lebih kuat dan lagipula tubuhnya berada di atas menindih Erina.“Sekarang giliranku untuk orgasme dank arena kamu sudah memakai penis suamiku untuk orgasme, kamu harus menggantikan tugasnya. Aku masih sangat terguncang untuk dapat berpikir jernih.“Abang belum tahu?” tanyanya tak percaya. Penis abang kan penuh dengan cairanku,” kata Erina dengan wajah menyeringai. Sekali lagi kami mandi lagi dan melangkah menuju ke kamar tamu. Dia terlihat lebih kurang tidur dibandingkan aku, tapi setidaknya dia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kemarin.“Jadi, apa keputusan abang?” tanyanya langsung tanpa basa-basi.




















