Bukan materi yang aku kejar pada dirinya, namun karena sikapnya yang santun thdp aku. Bokeb menganggap orang lain sampah, lanjutnya.. Setiap pagi ia telah ada di rumah, dan siap2 membersihkan mobilku. Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, namun aku tancap gas. Dalam rumah itu hanya ada dipan beralaskan tikar dan sebuah bantal. Para pembantuku tidak curiga atas tindakan kami itu.Pak Rojak pun tampaknya bisa menutup mulut kedua pembantuku. Beberapa saat kami menikmati suasana yang tak aku hendaki itu terjadi.




















