Ngentot Dua Ibu Jalang

“Nana, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. Bokep Jilbab/Hijab Na, indahnya…” Hanya kalimat itu yg sanggup diucapkan saat itu.Dia mendongak ketika aku sedang membuka baju kaosku, setelah melemparkan kaos sekenanya kedua tanganku lalu menekuk ke belakang punggungnya hendak membuka braku dan tesss… bra itupun terlepas jatuh di mukanya. Kembali aku terkapar kelelahan.Ketika aku terbangun, hari udah terang. Setelah menutup pintu terasa sekali di dalam suasana agak remang-remang karena gorden masih tertutup. Aku menggelinjang lagi, dipuntirnya sedikit pentilku dengan lembut.” Mas…” aku semakin mendesah tak karuan.Secara bersamaan akhirnya dia meremas-remas gemas kedua toketku dengan sepenuh nafsu.“Aawww… Mas”, aku mengerang dan kedua tanganku memegangi kain sprei dengan kuat.

Ngentot Dua Ibu Jalang