Rena menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan lengannya yang memeluk lutut- lututnya. “Duhh.. Bokep Tobrut Pinggulnya bergoyang- goyang ke depan ke belakang dengan irama yang penuh nafsu. Kehangatan yang mereka rasakan saat itu membuat kaca mobil mengembun, dan mengingatkan mereka akan seseorang yang dengan sabar menunggu kedatangan McDonalds pesanannya di rumah tanpa curiga. ah.. sakit.” Rina mengusapkan kapas yang basah oleh Betadine itu ke luka di lutut adiknya. Rene tertawa lirih dan membersihkan jemari gadis kecilnya dengan tissue. Tangan kirinya menindah perseneling ke gigi dua, membiarkan laju mobil tetap stabil. Rene membanting C35-nya ke lantai, memandangi sejenak serpihan- serpihan mesin itu berpencaran ke segala arah.




















