“Kamu sendiri deh”. Tanganku menyusup ke balik CD-nya. Bokep SMA Kami berlagak “alim” sampai kedua orang itu lewat. “Iya”, jawabku. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku. Aku terus tak jadi mampir.Sampai di jalan lurus menjelang terminal Ledeng, macet sekitar seratusan meter. Tangannya kutuntun ke selangkanganku. Ada untungnya juga jalanan macet. “Kamu sendiri deh”. Tak begitu besar tapi padat. Segera saja Sari membungkuk melahap penisku yang sudah tegang lagi. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu segarnya. Sari bukannya mempercepat, malah melepas. Kembali kami bergumul. Kami berlagak “alim” sampai kedua orang itu lewat. Aku melayang. Peristiwa semalam tak mengubah prilakunya.




















