Sebentar kemudian, barulah ada reaksi dari anjing siluman itu. Bokeb Sambil mengerang panjang, badannya lalu terhempas ke belakang ke tempat tidur yang empuk. Yang ada paling hanya bidan atau dukun beranak.Sayang sekali, kisah bahagia itu kemudian harus berakhir ketika pada bulan kesembilan kehamilannya, Ratri mengalami suatu kejadian misterius. Daerah yang mereka huni masih cukup terbelakang dan belum dimasuki oleh listrik. Seperti biasa, ia mengunci seluruh pintu termasuk pintu kamar tidurnya. Segala suka dan duka mereka lewati bersama. Demikian pula seprai putih tempat tidurnya basah kuyup dan acak-acakan. Sebentar kemudian, barulah ada reaksi dari anjing siluman itu. Penerangan yang ada hanya berasal dari dua buah lampu tempel yang berbahan bakar minyak tanah.Ratri mengenakan gaun tidurnya yang berwarna putih. Suasana yang sepi dan tetangga yang letaknya cukup berjauhan sebenarnya cukup membuat Ratri




















