No info
Aghhhh, padahal aku belum apa-apa. Yuk ah ke bawah” kataku sambil berdiri dan berjalan cepat menuju tangga untuk kebawah tanpa memperdulikan jawaban Farel.Dibawah, diteras rumah, aku melihat Budi sedang duduk didepan jendela kamarku. Bokeb Kepalanya yang tadi menunduk melihat hp nya, sekarang menengadah melihatku. Dia mengocok kontolnya dengan cepat. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yang remang-remang. Umpan nya dimakan ikan. Sialnya aku gak bisa mendesah dan teriak. Tapi aku maklumi sih. “Itu yang rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.Farel terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.“Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Aku menurutinya. Aku bilang aja jangan macem-macem ke teteh, karna teteh yang punya ini rumah. Mereka biasa ketawa-ketawa, beemain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum.Saat itu, tatapanku akhirnya





















