Aku menelan senyum melihatnya dan seketika itulah kebejatanku muncul, aku segera menepikan kendaraanku yang kebetulan juga saat itu kami sudah berada si kawasan hutan Bunder yang terkenal angker. Bokep Korea Mbah Suliyem tak bereaksi, entah apa yang dirasakannya, aku tak peduli. Halaman rumah yang sekaligus dijadikan kebun cukup luas.“ya ini gubug simbah … ayo duduk dulu mas …” Kulihat keceriaan wajah mbah Suliyem saat ia menawarkanku untuk turun dan singgah ke rumahnya. Aku pun memelorotkan celana kolorku sebelum mulai menginjak pedal gas.“lho mas, mas mau apa, kenapa celananya dipelorotkan disini?”Kata “Disini” yang diucapkan mbah Suliyem adalah lampu hijau yang dapat aku simpulkan bahwa beliau bersedia, tapi aku khawatir jika mbah suliyem tidak paham dengan perjanjian kami tadi, atau justru berniat untuk ingkar … hehehe meskipun kulihat beliau sedikit melirik kontolku yang




















