Dia mengenalnya ketika duduk setelah cukup jenuh bermain game. Bokep Korea Hahaha, mau ga mau Randy juga tertawa… Lucu sekali… Lalu…
“Eh, maaf kirim dong ke aku bu. Aku mau kirim ke teman-teman,”kata Randy dengan wajah yang memang merasa terkesan dengan kelucuan BBM itu. Dia sedang asyik menunduk BBM-an dengan teman walau ujung matanya selalu mengawasi. Bisa telat terus ke kampus kalau pakai mobil,”begitu alasan Randy ketika ia mengirimkan uang sisa penjualan Panther pada Ibunya.BBM-an antara dua insan beda usia itu berlangsung baik dan interaktif… Berhari-demi-hari… Berhari-demi-hari … Terus begitu… Mereka bercerita hal-hal lucu… Kiat-kiat hidup… Sinetron yang amburadul… Politik… Lagu-lagu… Filem… Dan banyak lagi… Mereka pernah dua kali lagi bertemu di Citos, akan tetapi pertemuan itu hanya seperti pertemuan pertama…
Ibu Selfi merasa senang karena BBM atau SMS Randy selalu mengingatkannya, “Bentar




















