Akupun melepasakan kaos threesecond yang kukenakan, kulempar entah kemana.Reza yang sudah duduk di sofa mulai mengonani kejantananku,“Slurrp” masuklah kejantananku kemulutnya,di pegang pangkal batang kejantananku di kulumnya mulai dari lubang kencing lalu seluruh kejantananku.“Ooooh……, terus Zaaaaa,”“Heeeeeeeemph, iya begitu.”Mulai dari kepalanya hingga pangkalnya, perlahan hilang ditelan bibir Reza yang tipis manis. Sambil di teriaki para personil OM Pantura yang lain, dengan malu malu aku bejalan ke depan, sedikit berjoget di depan ribuan simpatisan yang memadati lapangan tersebut, grogi dan malu bercampur jadi satu. Bokep Asia . Kan ga kliatan, hehe”“Yaudah yuk ah pulang dulu, udah sore kak,” ajak Reza buru buru.“Oke oke,” Aku mengiyakanKulajukan mobil ku ke arah Genuk, ke rumah Reza.




















