Selesai ditekan-tekan kemudian diurut-urut. Sip. Bokeb Maaf ya.”Karena logis alasannya ya kulepas saja meskipun membuatku kikuk (aku sering dipijat tetapi biasanya pria tuna netra). Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. Kupandangi sebentar teteknya, masih lumayan bulat. Biasa aja. Mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang Ibu ini. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Kutindih dia. Bahkan malah sulit melupakannya. Basah. Bisa ketahuan nih kalau adikku ternyata telah terjaga. Eits! Ahh.. Bahkan malah sulit melupakannya.




















