Sambil duduk di lantai, dia meletakkan kepalanya di pangkuanku.Ketika film setengah berjalan, Arry mencoba untuk menyentuh tubuhku lebih. Tiba-tiba dia diam saja, sambil menatap mataku dia bertanya,
“Na, begini bener tidak?” Hanya ketawa dan ketawa yang mengiringi percintaan kami saat itu.Hubungan kami sangat cepat berkembang. Bokep Aku tidak menuntut banyak dari seorang Arry, bahkan ketika aku menceritakan semua yang kualami aku mencoba tidak berharap dia akan bertahan di sisiku.Tetapi setelah dia pergi, rasa sakit itu muncul. Tiap pasang berjalan dengan bergenggaman tangan erat. Hari itu hari valentine, di mana biasanya insan memadu cinta, menyingkirkan duka dan dendam. Dia pun melanjutkan lagi,
“Gue Arry, loe siapa namanya?”
Pada saat itu teman-teman yang lain sudah datang mendekati kami, hingga kesempatan itu pun hilang.




















